• UGM
  • SIMASTER
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Kemahasiswaan
  • LPPM
  • Webmail
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Program Studi Arsitektur
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Visi dan Misi
    • Informasi Dosen dan KBK
    • Akreditasi
    • Kontak
  • Registrasi
    • Persyaratan dan Prosedur Pendaftaran
    • Leaflet
  • Akademik
    • Kurikulum
    • Mata Kuliah
    • Laboratorium
    • Kalender Akademik
    • FAQ
  • Aktivitas
    • Aktivitas Dosen
      • Penelitian
      • Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Aktivitas Mahasiswa
      • MateREALity
      • Archilecture
      • Keluarga Mahasiswa Teknik Arsitektur
      • Wiswakharman Expo
    • Kolaborasi Studio Internasional
  • PPAr
    • Tentang
    • Visi dan Misi
    • Akreditasi
    • Registrasi
    • Mata Kuliah
    • Dosen Pengajar
    • Leaflet
  • Pranala Terkait
    • Universitas Gadjah Mada
    • Fakultas Teknik
    • Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan
    • SIMASTER
    • Pusat Layanan Pengajaran Arsitektur
    • Aspirasi UGM
    • Direktorat TI
    • Perpustakaan Pusat
    • Perpusatakaan Fakultas Teknik
    • OIA
    • Ujian Masuk UGM
  • Beranda
  • Kegiatan
  • Kolaborasi UGM dan Curtin University dalam Revitalisasi Arsitektur Pusaka di Kampung Ketandan Yogyakarta

Kolaborasi UGM dan Curtin University dalam Revitalisasi Arsitektur Pusaka di Kampung Ketandan Yogyakarta

  • Kegiatan
  • 30 November 2025, 12.22
  • Oleh: nisrina.a.p
  • 0

Jumat, 21 November 2025 – Sebagai kota budaya dan pendidikan, Yogyakarta memiliki banyak potensi yang dapat digali, salah satunya Kampung Ketandan. Kampung yang dijuluki “pecinan” ini memiliki banyak bangunan tradisional berlanggam Tionghoa yang telah berdiri sejak puluhan, bahkan lebih dari 100 tahun yang lalu. Universitas Gadjah Mada melalui mata kuliah Olah Desain Arsitektur Pusaka (ODAP), bekerja sama dengan Curtin University, Perth, Australia, mengadakan kuliah lapangan bertajuk “The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historic Landmarks & Ketandan Heritage Business District” bertempat di Rumah Budaya Ketandan 09. Bangunan ini merupakan cagar budaya yang dahulunya dimiliki oleh Tan Jin Sing, atau dikenal sebagai Kanjeng Raden Tumenggung Secodiningrat, yang diwariskan oleh ayah mertuanya, Yap Sa Ting Ho. Bangunan ini kini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan berfungsi sebagai Cosmological Axis Information Center.

Kegiatan diawali dengan berkeliling bangunan kampus Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) Universitas Gadjah Mada bersama Sekretaris Program Studi Sarjana Arsitektur, Odilia Renaningtyas Manifesty, S.T., MA(UD)., Ph.D. Acara dilanjutkan dengan perkenalan kampus dan sesi diskusi antarkampus.

Menjelang pukul 10.00 WIB, rombongan bertolak menuju Rumah Budaya Ketandan 09 untuk memulai sesi kuliah ODAP bersama pengampu mata kuliah, Dr. Eng. Ir. Laretna Trisnantari Adishakti, M.Arch. Ia memaparkan tentang Kota Yogyakarta dengan berbagai nilai keistimewaannya, salah satunya Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2023. Paparan dilanjutkan dengan topik mengenai Ketandan sebagai kawasan pusaka niaga di Yogyakarta yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswi Program Magister Arsitektur UGM.

Usai mendengarkan paparan, para mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa UGM serta Curtin University dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing didampingi oleh satu fasilitator dari Program Magister Arsitektur UGM. Mereka bekerja kelompok untuk merumuskan usulan desain pemanfaatan Rumah Budaya Ketandan 09 yang saat ini belum aktif secara penuh. Poin utama yang ditekankan oleh pengampu yakni bangunan cagar budaya harus memiliki fungsi komersial agar produktif dalam membiayai kebutuhan operasional bangunan itu sendiri. Para mahasiswa dipersilakan berkeliling bersama fasilitator, baik di dalam bangunan maupun di sekitar Kampung Ketandan untuk memahami konteks bangunan tersebut. Kemudian, para mahasiswa melakukan brainstorming serta menyusun paparan baik secara digital maupun gambar tangan.

Dalam presentasi kelompok, para mahasiswa menyumbangkan berbagai ide brilian untuk membuat Rumah Budaya Ketandan 09 lebih hidup, antara lain pemanfaatan sebagai museum, kafe, restoran, tempat lokakarya, hingga ruang pentas seni dan budaya. Presentasi berlangsung dua arah; baik dosen maupun mahasiswa dipersilakan bertukar pikiran dan mengajukan pertanyaan mengenai rancangan masing-masing.

Kolaborasi antara UGM dengan Curtin University dalam pengembangan ide bangunan cagar budaya di Yogyakarta ini menciptakan ruang bagi generasi muda lintas benua untuk menyumbang gagasan segar bagi Pemerintah Kota Yogyakarta. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan edukasi mengenai arsitektur, budaya, serta sejarah untuk lebih menghidupkan kawasan tersebut, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya Poin 4: Pendidikan Berkualitas, Poin 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dalam upaya pelestarian warisan budaya, serta Poin 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

 

 

    

 

Berita dan foto oleh Nisrina Amalia Paramanindya.

Tags: SDG 11 SDG 17 SDG 4

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Universitas Gadjah Mada

Program Studi Sarjana Arsitektur
Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Jalan Grafika No. 2, Sekip, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Telp : +62 274 580092
Fax : +62 274 580854
Email : kaprodi-s1-arsitektur.ft@ugm.ac.id

© Program Studi Arsitektur Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY