Menjelajahi karya-karya arsitektur di Indonesia tidak ada habisnya, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi Program Sarjana Program Studi Arsitektur, Universitas Gadjah Mada pada 16–18 April 2026 lalu di Kota Pahlawan, Surabaya. Berawal dari kelas MateREALity (Materialitas Arsitektur) yang diadakan hampir setiap Jumat bersama para narasumber praktisi dan produsen material, sejumlah 30 mahasiswa terpilih mengikuti kegiatan “MateREALity Trip to Surabaya” yang diselenggarakan oleh Prodi.
Usai menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Surabaya pada Kamis, 16 April 2026, para mahasiswa memulai rangkaian kegiatan pada keesokan harinya dengan mengunjungi Sekolah Ciputra Kasih Surabaya karya KsAD Architect. Sang principal architect, Yuli Kalson Sagala, menjelaskan tentang pendekatan yang ia gunakan pada proyek-proyeknya, yaitu memberikan sorotan lebih pada “ruang antara”, seperti tangga, ramp, koridor, hingga moveable wall. Ruang antara ini diwujudkan di Sekolah Ciputra Kasih dalam bentuk pengolahan ramp yang menghubungkan area pintu masuk di lantai dasar dengan gimnasium yang berada di atasnya, dipercantik dengan fasad polikarbonat impor yang relatif lebih tahan terhadap cuaca.
Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi sebuah galeri seni di kompleks perumahan bernama Orasis Art Space. Galeri yang dirancang oleh Hermawan Dasmanto ini didominasi oleh bentuk-bentuk geometris yang tidak mencolok, bertujuan untuk memberikan sorotan lebih pada karya-karya seni yang dipamerkan. Para peserta kemudian diajak berkeliling untuk melihat pameran tahunan “Amang Rahman – Emanasi” serta belajar mengenai proses desain suatu ruang pameran.
Sebelum mengakhiri perjalanan pada hari pertama, para mahasiswa singgah di Kantor Sekretariat Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur. Rombongan disambut oleh Ketua IAI Jawa Timur, Ar. Fafan Tri Afandy, IAI, beserta para pengurus lainnya. Melalui kacamata praktisi, para pengurus IAI menceritakan pengalaman mereka sekaligus memberikan wejangan kepada para mahasiswa sebelum memulai karier sebagai arsitek.
Pada hari berikutnya, Sabtu, 18 April 2026, agenda diawali dengan berjalan menuju kawasan Kota Lama Surabaya. Para mahasiswa dipersilakan bereksplorasi secara bebas sembari mengikuti kuis yang diselenggarakan oleh Prodi untuk menemukan dua objek arsitektural yang memiliki nilai sejarah. Usai berkeliling, rombongan melanjutkan kunjungan ke Hotel Majapahit.
Hotel Majapahit merupakan hotel cagar budaya yang dibangun pada 1910 dan menjadi saksi peristiwa perobekan bendera merah-putih. Para mahasiswa dibagi menjadi dua grup untuk berkeliling hotel, mulai dari kamar Charlie Chaplin, bekas kantor pejuang kemerdekaan, hingga beberapa fasilitas lainnya. Usai berkeliling, para peserta diajak menikmati coffee break sembari menyimak paparan mengenai Hotel Majapahit dari awal berdiri hingga saat ini, terutama dari sisi arsitekturnya. Para mahasiswa aktif melakukan tanya jawab mengenai bangunan yang memiliki gaya Art Nouveau dan Art Deco tersebut.
Rangkaian kegiatan “MateREALity Trip to Surabaya” ini telah berhasil membuka cakrawala mahasiswa mengenai berbagai macam tipologi dan langgam arsitektur di Surabaya. Hal tersebut dibuktikan dalam antusiasme mahasiswa dalam sesi kuis yang dilangsungkan dalam perjalanan pulang serta kompetisi Instagram Story yang dilakukan selama kegiatan. Dengan demikian, kegiatan ini telah mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4: Pendidikan Berkualitas dan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.



Ditulis oleh Nisrina Amalia Paramanindya
Foto oleh Naufal Wintrananda Subrata & Narendra Khayru Adiwibowo